Gejala Kekurangan Vitamin D Apa Saja?

Kekurangan vitamin D menyebabkan berbagai gejala seperti kelelahan, sakit tulang, dan kelemahan otot. Ketahui tanda-tanda umum, gejala pada anak dan dewasa, serta pencegahan alami untuk menjaga kesehatan tulang dan imunitas tubuh Anda.

3 min read
Dewi Lestari
1,484 views
Share:
D vitamini eksikliği belirtileri nelerdir? - saglik

Kekurangan vitamin D adalah kondisi umum di mana tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin D yang esensial untuk kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan. Gejala sering kali muncul secara perlahan dan bisa memengaruhi semua usia, terutama pada orang dengan paparan sinar matahari minim. Mengetahui gejala awal penting untuk mencegah komplikasi serius seperti osteoporosis atau rakhitis.

Gejala Umum Kekurangan Vitamin D

Gejala kekurangan vitamin D paling sering dialami adalah kelelahan kronis dan sakit tulang atau punggung bawah. Tubuh kesulitan menyerap kalsium tanpa vitamin D yang cukup, menyebabkan nyeri yang terasa seperti pegal-pegal terus-menerus. Selain itu, kelemahan otot membuat aktivitas sehari-hari terasa berat, seperti sulit bangun dari kursi atau naik tangga.

  • Kelelahan ekstrem: Merasa lelah meski istirahat cukup, sering dialami pekerja kantor dengan minim sinar matahari.

  • Sakit tulang dan sendi: Nyeri pada tulang kaki atau pinggul, mirip gejala arthritis.

  • Penurunan mood: Depresi ringan atau mudah tersinggung karena vitamin D berperan dalam produksi serotonin.

Gejala pada Anak dan Remaja

Pada anak-anak, kekurangan vitamin D parah dapat menyebabkan rakhitis, kondisi di mana tulang melengkung dan lemah. Gejala muncul sebagai kaki bengkok (bowed legs), pertumbuhan lambat, dan gigi mudah berlubang. Remaja mungkin mengalami rambut rontok atau infeksi saluran pernapasan berulang karena sistem kekebalan melemah.

  • Kaki bengkok atau dada cekung: Contoh klasik rakhitis pada anak di daerah minim sinar matahari seperti Eropa Utara.

  • Pertumbuhan terhambat: Anak terlihat lebih pendek dari usianya.

  • Kram otot: Terjadi saat berlari atau bermain, seperti kasus anak di kota besar dengan kebiasaan bermain indoor.

Gejala Lanjutan dan Risiko Komplikasi

Jika dibiarkan, gejala lanjutan termasuk penyembuhan luka lambat, jatuh rambut, dan infeksi sering. Orang dewasa berisiko osteoporosis, di mana tulang rapuh dan mudah patah. Wanita hamil dengan defisiensi ini rentan melahirkan bayi prematur atau berat lahir rendah.

  • Penyembuhan luka lambat: Luka gores memakan waktu lebih lama sembuh, umum pada pekerja luar ruangan dengan kulit gelap.

  • Infeksi berulang: Flu atau pilek tak kunjung sembuh, seperti pada lansia di rumah jompo.

  • Hiperparatiroidisme: Kelenjar paratiroid membesar, menyebabkan kelelahan lebih parah.

Faktor Risiko dan Contoh Kasus Nyata

Kelompok berisiko tinggi meliputi orang berkulit gelap, obesitas, vegetarian, dan penghuni daerah beriklim dingin. Contoh, studi di India menunjukkan 70% remaja kota memiliki gejala kelelahan karena polusi menghalangi sinar UVB. Di Indonesia, pekerja malam hari sering mengalami sakit punggung akibat kurang paparan matahari pagi.

Kesimpulan

Mengenali gejala kekurangan vitamin D dini dapat mencegah masalah kesehatan jangka panjang. Paparan sinar matahari pagi 15 menit sehari dan makanan kaya vitamin D seperti ikan salmon membantu menjaga kadar optimal. Segera periksakan diri jika gejala berlangsung lebih dari dua minggu.

Tags

#kekurangan vitamin D#gejala vitamin D rendah#tanda defisiensi vitamin D#sakit tulang#kelelahan kronis#kelemahan otot#rickets pada anak#infeksi berulang