Apa Itu Diyabet? Jenis, Gejala, dan Penyebabnya

Diyabet atau diabetes adalah penyakit kronis akibat kadar gula darah tinggi. Pelajari jenis diyabet, gejala umum seperti sering haus, penyebab utama, dan faktor risiko. Informasi lengkap untuk pemahaman dasar tentang kondisi ini.

3 min read
Dewi Lestari
2,849 views
Share:
When Was Göbekli Tepe Built and How Did It Change History?

Diyabet, yang sering disebut diabetes, adalah penyakit kronis di mana tubuh gagal mengatur kadar gula darah (glukosa) secara normal. Kondisi ini terjadi karena masalah pada hormon insulin, yang bertanggung jawab mengangkut glukosa ke sel-sel untuk energi. Tanpa pengelolaan yang tepat, diyabet dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan organ.

Pengertian Diyabet

Diyabet terjadi ketika kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi dalam waktu lama, yang dikenal sebagai hiperglikemia. Tubuh memproduksi insulin di pankreas, tetapi pada penderita diyabet, insulin tidak cukup atau tidak bekerja efektif. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 400 juta orang dewasa di seluruh dunia menderita diyabet pada 2023, dan angka ini terus meningkat.

Penyakit ini bukan hanya masalah gula darah, melainkan kondisi sistemik yang memengaruhi seluruh tubuh. Contohnya, di Indonesia, prevalensi diyabet mencapai sekitar 10,8% pada orang dewasa menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menjadikannya salah satu penyakit tidak menular terbesar.

Jenis-Jenis Diyabet

  • Diyabet Tipe 1: Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Biasanya muncul pada anak-anak atau remaja, dan penderita bergantung pada suntikan insulin.

  • Diyabet Tipe 2: Jenis paling umum (90-95% kasus), di mana tubuh resisten terhadap insulin atau pankreas tidak memproduksi cukup insulin. Sering terkait obesitas dan gaya hidup.

  • Diyabet Gestasional: Terjadi selama kehamilan, biasanya hilang setelah melahirkan, tetapi meningkatkan risiko tipe 2 di kemudian hari.

  • Bentuk Lain: Seperti diabetes monogenik yang disebabkan mutasi genetik.

Gejala Umum Diyabet

Gejala diyabet bisa muncul secara bertahap, terutama pada tipe 2, sehingga sering tidak terdeteksi dini. Pada tahap awal, penderita mungkin merasa lelah kronis atau penurunan berat badan tanpa sebab.

  • Sering haus dan buang air kecil: Karena ginjal berusaha membuang glukosa berlebih.

  • Lapar berlebihan: Sel tidak mendapat glukosa, sehingga sinyal lapar terus aktif.

  • Penglihatan kabur: Glukosa tinggi memengaruhi lensa mata.

  • Luka lambat sembuh: Infeksi mudah terjadi karena gangguan sirkulasi.

  • Kesemutan di tangan/kaki: Neuropati diabetik akibat kerusakan saraf.

Penyebab dan Faktor Risiko Diyabet

Penyebab utama diyabet tipe 1 adalah faktor genetik dan autoimun, sementara tipe 2 dipengaruhi kombinasi genetik dan lingkungan. Faktor risiko mencakup usia di atas 45 tahun, riwayat keluarga, dan etnis tertentu seperti Asia Selatan.

  • Obesitas: Lemak berlebih menyebabkan resistensi insulin. Contoh: Studi Framingham Heart Study menunjukkan obesitas meningkatkan risiko 7 kali lipat.

  • Kurang aktivitas fisik: Gaya hidup sedentary mengurangi sensitivitas insulin.

  • Pola makan tidak sehat: Konsumsi gula dan karbohidrat olahan berlebih, seperti pada kasus peningkatan diyabet di negara berkembang.

  • Riwayat gestasional: Wanita yang mengalami diabetes kehamilan berisiko 50% terkena tipe 2 dalam 10 tahun.

Dampak dan Pencegahan Diyabet

Tanpa pengendalian, diyabet dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Contoh nyata: Di AS, diabetes menjadi penyebab utama amputasi non-trauma. Pencegahan difokuskan pada gaya hidup sehat, meskipun faktor genetik tidak bisa diubah.

Secara keseluruhan, pemahaman dini tentang diyabet membantu deteksi cepat. Konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan rutin seperti tes HbA1c.

Tags

#diyabet#diabetes#penyakit diyabet#gejala diyabet#jenis diyabet#penyebab diabetes#faktor risiko diabetes